Instrument Pengukuran




DEFINISI INSTRUMEN


Instrumentasi (Instrumentation)




1. Penggunaan piranti ukur (instrumen) untuk menentukan harga besaran yang berubah-ubah, yang seringkali pula untuk keperluan pengaturan besaran yang perlu berada di batas-batas harga tertentu.

2. Semua piranti (kimia, listrik, hidrolik, magnit, mekanik, optik,
pneumatik) yang digunakan untuk : menguji, mengamati,mengukur, memantau;
mengubah, membangkitkan, mencatat,menera, memelihara, atau mengemudikan
sifat-sifat badani (fisik) gerakan atau karakteristik lain.



Instrumen (Instrument)


Instrumen atau piranti ukur merupakan piranti untuk
mengukur sesuatu besaran selama dipengamatan. Piranti itu dapat berupa
instrumen tuding (indicating instrument) dan dapat berupa instrumen
rekan (recording instrument) Istilah “INSTRUMEN” digunakan dua maksud
yaitu :







1. Instrumen murni yang terdiri dari mekanisme dan bagian-bagian yang
di bangun didalam wadah (rumah) atau piranti yang berkaitan dengan itu
2. Instrumen murni berikut sembarang alat-alat imbuhan (auxliary)
seperti misalnya: tahanan kondensator atau
transformator instrumen.Sebagai pengganti kata “Instrumen” (piranti)
seringkali dipakai pula kata “alat ukur” (meter). Kata piranti digunakan
pula sebagai pengindonesiaan “device”.



STANDARD DAN SATUAN
     
Ketika kita mengukur suatu besaran, kita selalu membandingkan-nya
terhadap suatu standard. Jika kita mengatakan panjang sebuah meja 1,5
meter, itu artinya panjang meja tersebut 1,5 kali panjang suatu batang
meteran yang panjangnya didefinisikan sebagai 1 meter. Standard seperti
itu didefinisikan sebagai satuan (unit) besaran. Meter adalah satuan
jarak, sekon satuan waktu dan sebagainya.


     Untuk membuat pengukuran yang akurat, kita membutuhkan satuan
pengukuran yang tidak berubah dan dapat diduplikasi oleh pengamat
(pengukur) di berbagai tempat. Sistem satuan yang digunakan oleh para ilmuwan
dan insinyur di seluruh dunia disebut“sistem metrik” yang sejak tahun
1960 disebut sebagai Sistem Internasional (International System) atau SI
(singkatan diambil dari bahasa Perancis, Systeme International).






Instrumen Pengukuran




Pengukuran Waktu


     Dari tahun 1889 sampai 1967, satuan waktu didefinisikan sebagai satu
fraksi tertentu dari rata-rata lamanya siang hari (yaitu saat matahari
bersinar), waktu rata-rata antara kedatangan berturut151 turut matahari
pada titik tertingginya di langit. Standard yang sekarang digunakan
dibuat tahun 1967, jauh lebih teliti. Standard itu berdasarkan pada jam
atomik, yang menggunakan beda energi antara dua tingkat energi terendah
dari atom cesium. Ketika ditembaki dengan gelombang mikro pada frekuensi
yang tepat, atom cesium mengalami transisi dari salah satu tingkat
energi ke tingkat energi satunya. Satu sekon didefinisikan sebagai waktu
yang dibutuhkan untuk melakukan 9.192.631.770 siklus dari radiasi ini.


Pengukuran Panjang


     Pada tahun 1960 standard atomik untuk meter juga
ditetapkan dengan menggunakan panjang gelombang cahaya jingga-merah yang
diemisikan oleh atom-atom kripton (86Kr) di dalam suatu tabung lucutan
cahaya. Pada November 1983 standard panjang berubah lagi secara lebih
radikal. Laju rambat cahaya dalam ruang hampa didefinisikan dengan tepat
sebagai 299.792.458 m/s. Meter didefinisikan ulang agar konsisten
dengan bilangan ini dan dengan definisi sekon di atas. Maka, definisi
baru meter adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya di ruang hampa dalam
1/299.792.458 sekon.


Pengukuran Massa


     Standrad massa, kilogram, didefinisikan sebagai
massa suatu tabung yang terbuat dari paduan (alloy) platinum-iridium.
Tabung tersebut disimpan di International Bureau of Weights and Measures
di Sèvres, dekat Paris.
Suatu standard atomik dari massa akan membuatnya lebih mendasar lagi,
namun sampai sekarang belum dapat mengukur massa dalam skala atomik
dengan akurasi seperti dalam skala makroskopik.



sumber : rumus-fisika.com