MACAM-MACAM PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGUNGAN



Lingkungan hidup disekitar kita semakin hari semakin merosot kualitasnya. Anda tentu dapat merasakan hal ini, dimana kita sudah mulai kesulitan memperoleh air bersih ketika kemarau tiba. Atau sebaliknya, kita selalu terkena banjir jjika musim hujan tiba. Keadaan yang demikian ini tentu merupakan keprihatinan kita semua. Secara umun masalah-masalah lingkungan yang dihadapi dewasa ini adaalh sebagai berikut :


  1. Merosotnya kuantitas dan kualitas SDA.

  2. Tercemarnya lingkungan fisik.

  3. Timbulnya dampak pembangunan fisik yang negatif terhadap lingkungan sosial ekonomi.

  4. Timbulnya dampak pembangunan non fisik yang negatif terhadap lingkungan sosial ekonomi.



     Beberapa contoh pencemaran yang banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat antara lain sebagai berikut :


1. Pencemaran Tanah 



      Pencemaran tanah terjadi akibat pembuangan sampah limbah rumah tangga, limbah parik, sisa oli dari bengkel kendaraan, dan pemakaian pupuk kimia secara berlebihan. Akibat dari tindakan-tindakan manusia tersebut maka kesuburan tanah akan berkurang dan tanah akan teracuni.


 








2. Pencemaran Air



      Pencemaran air banyak terjadi di daerah-daerah sekitar kawasan industri. Sebagaimana anda ketahui bahwa limbah cair yang berasal dari pabrik, seperti industri tekstil, banyak sekali mengandung unsur-unsur logam berat, seperti mercuri dan timbal. Logam berat ini sangat mencemari air sungai secara kimiawi. Dari kualitas fisik aliran air sungai suhunya menjadi relatif panas dengan aneka warna akibat limbah dalam proses pencelupan kain.















      Pencemaran sungai ini tentunya dapat mengganggu ke stabilan lingkungan perairan sehingga makhluk hidup yang ada di sekitar sungai akan mati teracuni. Pencemaran air ini bertambah parah oleh limbah yang dibuang dari penduduk (limbah rumah tangga), seperti sampah dan limbah MCK (mandi cuci kakus).


3. Pencemaran Udara ( Polusi Udara)



      Pencemaran udara dapat terjadi karena asap yang berasal dari pabrik maupun kendaraan bermotor yang banyak mengandung gas karbonmonoksida, karbondioksida, nitrat, cianida, dan sulfat. Selain itu, pencemaran udara juga beresal dari kebakaran hutan dalam wilayah yang lebih luas, seperti pernah terjadi di Kalimantan.










      Pencemaran udara dapat mengakibatkan terjadinya hujan asam. Hujan asam adalah hujan yang memiliki derajat tingkat keasaman (pH) lebih kecil dari 5,6. Air hujan menjadi asam karen terkontaminasi oleh sulfurdioksida  dan oksidanitrogen. Sumber sulfurdioksida yang utama adalah industri dengan bahan bakar batubara, sedangkan sumberoksida nitrogen adalah kendaraan bermotor. Hujan asam dapat menyebabkan bangunan keropos, candi menjadi keropos, ekosistem danau rusak, dan tumbuhan di hutan mati. Hujan asam ini akan terjadi dimana saja, terutama pada daerah kawasan industri.





      Akibat lain yang timbul dari pencemaran udara adalah pemanasan global. hal ini trejadi karena akumulasi gas karbondioksida sebagai gas rumah kaca dilapisan atmosfer sehingga suhu bumi mengalami kenaikan secara cepat. Pemanasan global juga terjadi sebagai akibat adanya akumulasi gas CFC ( Chloro-Fluoro-Carbon atau Freon) yang diakibatkan penipisan bahkan pembolongan ozon stratosfer sehingga sinar ultra violet yang dipancarkan kebumi tidak mengalami penyaringan terlebih dahulu. Selain suhu semakin tinggi, radiasi ultraviolrt ini mengakibatkan efek pada kulit berupa penyakit gatal-gatal dan kanker kulit.


4. Kerusakan Hutan







      Beberapa akibat yang ditimbulkan karena penggundulan hutan, antara lain sebagai berikut :





  1. Kekeringan pada musim kemarau dan banjir pada musim hujan. Ketika terjadi hujan, presentase air hujan yang berinfiltrasi kecil sehingga cadangan air tanah sangat sedikit, sedangkan sebagian besarnya bergerak sebagai air larian permukaan. Gejala ini mengakibatkan banjir bandang. Hal yang berbanding terbalik terjadi pada musim kemarau dimana curah hujan sangat sedikit. Pada saat ini, kekeringan dapat terjadi disetiap wilayah. 






  2. Suhu udara terasa meningkat. Kadar emisi karbondioksia di atmosfer yang semakin banyak dan sulit dinetralkan, menyebabkan terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect), yaitu sinar matahari yang sampai kepermukaan bumi tidak dapt dipantulkan ke angkasa karena tertahan pada lapisan CO2. Keadaan demikian mengakibatkan suhu permukaan bumi semakin bertambah panas.



  3. Terjadinya longsor. Terjadinya tanah longsor sangat terkait dngan aktivitas penebangan hutan yang  makin merajalela. Banjir dan longsor merupakan dua peristiwa yang erat kaitannya dengan hutan dan gundulnya kawasan hutan.





























 



5. Menumpuknya Sampah



      Sampah di perkotaan terkadang terjadi penumpukan. Hal ini tentu sangat menghawatirkan karena dapat merusak lingkungan perkotaan. Penumpukan sampar terjadi tidak hanya karena semakin padatnya penduduk, tetapi sebagai akibat sulitnya membangun Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA). Keadaan ini menyebabkan semakin lama sampah semakin bertumpuk ditempat-tempat pembuangan sementara, seperti bak-bak sampah sekitar tempat tinggal penduduk. Penumpukan sampah ini jelas menimbulkan berbagai permasalahan, seperti menebarnya bau busuk, lalat, dan timbulnya berbagai penyakit.