Dongeng Fabel -*Raja Katak yang Egois*-


Di sebuah rawa di pinggir hutan, terdapat sebuah negri katak. Negri itu di pimpin oleh seekor raja katak yang baik,adil,dan bijaksana. Para katak hidup damai dan tenteram di bawah kepemimpinanya. Mereka hidup makmur dan aman dari segala bahaya yang datang dari hutan,terutama ular. Sang
raja selalu berpesan untuk cepat-cepat lari dan sembunyi jika melihat
ular, karena ular adalah musuh alami yang tak segan-segan akan memangsa
mereka.

Setelah sang raja wafat,tahtanya di gantikan oleh anaknya. Tapi sangat di sayangkan,sifat raja baru ini tidak sejalan dengan raja pendahulunya. Dia terkesan egois dan tak perduli pada nasib rakyatnya.
Dia lebih suka berfoya-foya dan mencari kesenangan diri sendiri,hingga urusan pemerintahan jadi terbengkalai. Tak
urung para rakyat pun membicarakan tingkah laku raja baru
tersebut.Tentu saja banyak yang merasa tak puas dan merasa raja mereka
belum siap untuk menyandang tahtanya. Tak butuh waktu lama,kabar
tentang raja baru yang egois itupun tersebar ke seluruh rawa dan bahkan
sampai ke daerah perbatasan hutan. Dan para hewan-hewan yang mendengar kabar dari negri katak itupun hanya bisa turut perihatin.


Di sebuah liang di batas hutan itu,juga hidup seekor ular tua.  Karena
dia sudah "berusia senja",dia tak mampu lagi untuk berburu.Dia hanya
bisa makan hewan-hewan kecil yang tak sengaja lewat di depan liang
dimana dia tinggal. Karena jarang makan,tubuhnya menjadi sangat kurus. Begitu
dia mendengar tentang raja baru di negri katak yang tak memikirkan
nasib rakyatnya,muncul sebuah siasat licik di fikiranya untuk
memanfaatkan situasi itu.

Ular tua itupun memutuskan keluar dari liang persembunyianya dan pergi ke negri katak. Ketika dia sampai di negri katak,kontan saja membuat para katak lari ketakutan. Tapi..Tak ada satupun katak yang berusaha dia kejar,hingga membuat para katak penasaran. Ular itu hanya terlihat melingkarkan tubuhnya dengan santai di depan istana. Raja katak yang waktu itu juga bersembunyi karena ketakutan juga ikut penasaran. "Apa yang sebenarnya dia lakukan ular di sini?Kenapa dia tidak mencoba mengejar kami?".Fikir raja katak bertanya-tanya.

Karena
di dorong rasa penasaran yang sangat,diapun memerintah salah satu
pengawalnya untuk keluar menanyai ular itu.Tentu saja dengan sedikit
memaksa pengawal yang malang itu dengan ancaman. Dengan tubuh gemetar karena rasa takut,pengawal itupun keluar dari persembunyian dan mendekati ular itu untuk bertanya.

"Tidak
usah takut,aku tak akan memakan mu..".Kata ular tua itu dengan
tiba-tiba karena tahu ketakutan yang di rasakan oleh katak pengawal itu.


"Ka..Kamu ingin apa kesini?".Tanya katak pengawal itu dengan tergagap.

"Aku ingin bertemu dengan raja baru mu..Di mana dia?".Jawab si ular.

Mendengar
si ular mencarinya,raja menjadi sangat ketakutan.Tubuhnya menggigil dan
gemetar serta berkeringat dingin dalam persembunyianya karena menahan
rasa takut yang sangat.

"A..Ada urusan apa kau mencari raja kami?".Tanya pengawal katak itu lagi.

"Bilang
pada raja mu..Aku ingin mengabdi dan menjadi pengawal
pribadinya..Dengan tubuh ku yang kuat,taring yang tajam,serta bisa ku
yang sangat beracun ini..Tak akan ada siapapun yang berani
mengganggunya..".Kata si ular tua mulai menjalankan siasatnya.

Mendengar tujuan kedatangan ular itu,sang raja pun langsung melompat keluar dari persembunyianya.

"Benarkah
apa yang kau katakan itu hai ular?Apakah kau benar-benar ingin mengabdi
pada ku?".Tanya raja katak itu dengan sedikit berlagak berani.
Hatinya mulai di hinggapi rasa sombong.
"wah..Betapa
hebatnya diri ku ini.Ular saja takluk dan ingin mengabdi pada
ku.Berarti aku lebih baik dan lebih hebat dari mendiang ayah
ku.Hahaha..".Kata raja katak itu dalam hati.

"Benar paduka..Hamba ingin mengabdi pada paduka.
Karena
kabar tentang kehebatan paduka telah sampai ke negri hamba,membuat
hamba ingin mengabdi pada paduka raja.Akan menjadi suatu kehormatan yang
tak ternilai jika hamba di izinkan mengabdi pada paduka yang hebat
ini..".Kata ular itu mulai "menjilat".

"Ha..Ha..Ha..Kalau itu
memang kemauan mu,baiklah.Kau akan ku beri kedudukan sebagai pengawal
peribadi ku".Kata raja katak sambil bertolak pinggang.

"Tapi
sebelumnya hamba minta ampun beribu ampun paduka..Apakah hamba boleh
meminta satu syarat pada paduka yang hebat dan baik hati ini".Kata ular
merendah untuk merayu raja katak.

"Hmm..Tentu saja.Katakan persyaratan mu karena aku memang baik hati..Hahaha".Raja katak semakin termakan hasutan si ular.

"Begini
paduka..Hamba akan mengabdi pada paduka sampai kapan
pun.Tapi..Sebagaimana yang paduka tahu..Hamba ini adalah seekor
ular.Mahluk hidup yang tentunya butuh makan juga untuk bisa
hidup.Nah..Ketika hamba menghabiskan seluruh waktu hamba untuk melayani
paduka,tentunya hamba tidak punya waktu untuk berburu.
Hamba hanya meminta..Agar paduka memberi hamba satu ekor katak tiap hari sebagai makanan hamba.
Hanya untuk sekedar bertahan hidup yang mulia.
Dan
sebagai imbalanya..Keselamatan paduka akan terjamin dari segala
bahaya,karena hamba akan selalu melindungi paduka".Kata ular itu
menjelaskan syaratnya.

"Hmm..Aku akan mencoba berunding dulu dengan rakyat ku".Kata raja katak agak ragu.

"Wah..Tidak
usah paduka.Paduka kan penguasa..Apa yang paduka perintah mereka pasti
mau.Jadi tak usah berunding segala".Kata ular "mengompori" raja katak.

"Nanti kalu rakyat ku membrontak bagaimana?".

"Paduka
raja tak usah hawatir..Selama hamba ada di dekat paduka,tak akan ada
yang berani menyentuh paduka".Kata ular itu mencoba meyakinkan.

Akhirnya..Karena hasutan si ular dan di dorong juga oleh rasa egoisnya,raja katak menyetujui syarat dari si ular.

"Masa bodoh dengan rakyat,aku kan raja.
Berkuasa
dan harus di patuhi.Toh apapun yang menimpa mereka aku tak ambil
pusing,bukan urusan ku.Yang penting aku aman dan keselamatan ku
terjamin".Fikir raja katak.

Setelah itu,tiap hari raja katak
mengorbankan satu ekor katak pada si ular.Dia mengorbankan rakyatnya
demi kepentinganya sendiri,sungguh sifat yang tak boleh di tiru.

Lambat
laun penduduk negri katak semakin berkurang karena banyak yang di
korbankan.Sedang sebagian lagi memutuskan untuk pindah dan mengungsi ke
tempat lain.
Dan ahirnya penduduk negri katak tak tersisa satu pun.Hanya tinggal sang raja katak sendiri.

Dan karena tak dapat lagi memberikan pengorbanan kepada ular,ahirnya ular itu pun memangsanya.
Sungguh ke egoisan yang berahir tragis.




 -----------------------------------------------------(SELESAI)-------------------------------------------------------



Pesan Moral :


Jangan pernah bersikap egois dan mementingkan diri sendiri.Karena sifat
egois akan merugikan orang lain hingga membuat mereka membenci kita.