Dongeng Fabel -*Kerbau dan Buaya*-




Pada suatu hari si kancil sedang berjalan-jalan di pinggir hutan.Karena merasa haus,si kancil menuju sungai untuk minum.
Ketika
si kancil sedang asik minum,tiba-tiba dia mendengar suara rintihan
kesakitan.Si kancilpun mencari dari mana arah suara itu berasal.

Ternyata
suara itu adalah suara pak kerbau yang kesakitan.Si kancil melihat kaki
pak kerbau di gigit oleh buaya.Si kancilpun mendekati mereka untuk
mencari tahu masalah apa yang terjadi di antara mereka.

"selamat pagi pak kerbau..Selamat pagi pak buaya..Kalian sedang bermain apa?Apa aku boleh ikut".Sapa kancil berlagak bodoh.

"selamat pagi juga cil.."jawab buaya.

"yah..Selamat
pagi juga cil..Kami tidak sedang bermain,tapi si buaya ingin memakan ku
cil.Padahal aku telah menolongnya,tapi malah dia ingin memakan
ku.Malang benar nasib ku cil..".Jawab pak kerbau dengan lemas.


"Tunggu..Tunggu..Aku
tak mengerti.Bisa kalian ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?Biar aku
bisa membantu menyelesaikan masalah kalian".Kata kancil.

Lalu pak kerbau pun bercerita.
Pada
waktu pak kerbau ke sungai untuk minum,dia melihat pak buaya yang
sedang kesakitan.Buaya itu tertimpa oleh sebatang pohon yang
tumbang,hingga buaya itu terjebak dan tak bisa melepaskan diri.Karena
merasa kasihan,pak kerbau pun menolongnya.Dia menggeser pohon itu,dia
dorong dengan tanduknya yang kuat hingga buaya itu dapat lepas.Tapi
setelah buaya itu bebas,dia malah langsung menggigit kaki pak kerbau dan
berniat memakanya.

Si kancil hanya bisa manggut-manggut
mendengar cerita kerbau malang itu,otaknya berfikir keras untuk bisa
membantu kerbau yang malang itu dari gigitan pak buaya.

"hmm..Jadi ceritanya begitu.Apakah cerita itu benar pak buaya?".Tanya kancil pada buaya.Kini dia telah menemukan sebuah ide.

"benar
itu cil..Tapi aku juga tak bisa di salahkan.Aku sudah terjebak selama
tiga hari,dan tak makan apa-apa.Aku sangat lapar.Katanya si kerbau mau
menolong ku.Bukankah menolong itu harus tuntas?Tidak boleh
setengah-setengah.Karena aku juga lapar,berarti dia juga harus mau
menolong ku biar aku tak mati kelaparan kan?Makanya dia harus mau aku
makan..".Kata buaya berusaha membenarkan tindakanya.

"wah..Benar
kata mu pak buaya.Berarti kamu tidak salah jika ingin memakan pak
kerbau.Soalnya menolong itu memang harus sampai tuntas".Kata kancil.

Pak
kerbau pun langsung lemas mendengar jawaban kancil yang membela
buaya.Padahal dia berharap keadilan,dan dia mengharapkan si kancil mau
membelanya agar bisa lepas.
Sedangkan si buaya sangat senang karena
merasa di bela.Dia sangat gembira karena kini tak ada lagi yang akan
mencegahnya untuk memakan si kerbau.

"Tapi aku masih belum
terlalu yakin kalau cuma lewat cerita saja.Untuk lebih meyakinkan bahwa
pak buaya yang benar,maka kita harus melakukan reka adegan".Kata kancil
lagi.

"maksud mu bagaimana cil..?".Tanya pak buaya.

"Begini
pak buaya..Kita harus mengulang kejadian waktu kerbau menolong mu.Semua
di ulang dari awal kejadian ketika kamu tertimpa pohon dan kerbau
datang untuk menolong mu".Kata kancil menjelaskan.

"Maksud mu
aku harus melepaskan gigitan ku dulu dan aku kembali di timpa dengan
pohon?Wah..Aku tak mau..Nanti si kerbau malah melarikan diri..".Kata
buaya keberatan.

"Jangan hawatir pak buaya..Aku akan
menjaganya,kan aku ada di pihak mu.Dan lagi dengan kaki luka,mana
mungkin dia bisa lari?".Kata kancil berusaha meyakinkan.

"hmm..Baiklah kalau begitu,aku setuju.Tapi kamu harus benar-benar menjaganya agar tak melarikan diri".Kata buaya setuju.

"Beres..Serahkan
saja semua pada ku.Lari ku kan lebih cepat dari pada pak
kerbau.Bagaimana dengan mu pak kerbau?Apa kau juga setuju?".

Pak
kerbau hanya mengangguk lemah,dia sudah pasrah pada nasib yang akan
menimpa.Dia hanya bisa sabar,dan hatinya tak henti-henti berdo'a agar
yang maha kuasa memberinya keadilan.

Reka adegan pun di mulai.Si
buaya kembali ke tempat dia tertimpa pohon,dan pak kerbau kembali
mendorong pohon itu menindih tubuh buaya seperti semula.
Setelah
yakin buaya tak bisa lagi terlepas,si kancil pun dengan cepat mengajak
pak kerbau untuk lari.Dan kerbau pun melarikan diri bersama kancil.
Buaya
pun ahirnya sadar bahwa kancil telah berhasil menipunya.Kini dia
menyadari bahwa dirinya salah.Dia berteriak meminta ma'af dan meminta
tolong agar kerbau mau membebaskanya.
Tapi semua sudah terlambat..Si buaya hanya dapat menyesali semua perbuatanya..Tapi,sesal kemudian tidaklah berguna..







-----------------------------------------------------(SELESAI)------------------------------------------------------- 


Pesan Moral :


Jika
kita tak tau balas budi dan bersikap rakus serta serakah,maka nasib
buruk yang akan kita dapat. Sebagaimana kisah pak buaya di atas.