Terbentuknya Kesadaran Nasional







            A.   
Terbentuknya kesadaran Nasional


           1.      
Pelaksanaan politik etis.


      Desakan untuk meningkatkan kehidupan di
wilayah jajahan belanda mendapat dukungan dari pemerintah belanda dalam pidato
kenegaraan tahun 1901. Ratu belanda mengatakan negara belanda mempunyai
kewajiban untuk mengusahakan kemakmuran untuk Hindia-Belanda. awal
kebijaksanaan, kemakmuran Hindia-Belanda dikena sebagai politik etis/balas
budi.


Tujuan Politi Etis :



a)     
Edukasi                       : Memberikan Pendidikan.


b)     
Irigasi                          : Membangun Sarana dan
Jaingan perairan.


c)      
Transmigasi/Imigrasi    : Mengorganisasi perpindahan
penduduk.





          2.      
Tibulnya Elit Nasional (kaum
pelajar pri bumi)


        Dampak politik etis adalah lahirnya
golongan cerdik, karena berkat diselenggarakannya pendidikan (Cendekiawan). Sekolah
yang ada pada waktu itu antara lain : HIS (SD), MULO (SMP), AMS (SMA). Peguruan
tinggi  seperti  STOVIA (kedokteran), THS (sekolah teknik),
Rechts Hoge School  (sekolah hukum).


Dengan kemajuan bidang pendidikan
meahirkan golongan cerdik dan pandai yang mulai memikirkan perjuangan bangsa
Indinesia dalam menghadapi penjajah.





          3.      
Latar Belakang Terbentuknya
Organisasi Pererakan Nasional


       Sejak bangsa eropa masuk ke wilayah
nusantara
± abad 6 bangsa Indonesia telah mengadakan
perlawanan, Namun perlawanan mengalami kegagalan.


Faktor penyebab gegagalan perjuangan
bangsa Indonesia dalam megusir penjajah antara lain :


a)     
Perjuangan bersifat kedaerahan.


b)     
Perlawanan tidak dilakukan secara
serentak.


c)      
Tergantung kepada pemimpin.





Organisasi Budi Utomo

d)     
Kalah dalam persenjataan.


e)     
Belanda menerapkan adu domba
(devide at impera)


Bedasarkan
prngalaman di atas, kamum terpelajar ingin berjuang dengan cara modern, yaitu
menggunakan kekuatan organisasi. Pada tanggaln20 Mei 1908, kaum terpelajar
mendirikan wadah perjuangan yang dikenal dengan Budi Utama, kemudian diikuti
oleh organisasi-organisasi lain.


Pergerakan
nasional ini, mempunyai ciri-ciri yang berbeda dengan pergerakan sebelimnya.
Pergerakan nasional 1908 mempunyai ciri-ciri :


a)     
Bergerak bersifat
nasional/kebangsaan.


b)     
Pergerakannya bersifat organisasi
yang modern, demokratis, tidak tergantung kepada pemimpin.


c)      
Pergerakan didirikan oleh kaum
terpelajar yang memiliki pandangan luas dan jauh ke depan.


d)     
Bentuk perjuangannya tidak bersifat
fisik tetapi sosial, ekonomi dan pendidikan.


Pergergerakan
bangsa nasional Indonesia di dorong oleh faktor dari dalam negeri maupun luar
negeri.


  •   Faktor dalam negeri :



·        
Penderitaan rakyat yang
berkepanjangan.


·        
Lahirnya golongan terpelajar.


·        
Menganang kejayaan masa lampau.


  •   Faktor luar negeri :



·        
Kemenangan jepang atas rusia.


·        
Kebangkitan nasional negara-negara
tetangga seperti India, Philipina, China dan Turki.


·        
Masuknya paham-paham baru, seperti
nasionalisme dan demokratisme.